Kali ini saya akan mengeluarkan pikiran saya melalui tulisan - tulisan ini. Ini adalah sebuah cerita tentang teman saya, yang dibilang cukup....ah, tidak.... sangat menyebalkan!! Sebelumnya, saya akan mendeskripsikannya. Kesan pertama melihat dia, mungkin orangnya baik, polos, kalem, tidak pernah marah,dsb. Namun lama-kelamaan, dia mulai kurang ajar pada saya. Hal yang pertama kali membuat saya tidak suka dengannya adalah, tangannya tidak bisa diam. Selalu menggamit tangan saya. Bahkan, saking tidak bisa diamnya, tangannya kerap kali memegang "bagian belakang" saya, yang mebuat saya merasa sangat jijik ! Saya mulai mengeluarkan ekspresi jutek karena kesalnya. Namun sepertinya ia tidak peka. Bahkan meminta maaf-pun tidak pernah.
Tidak berakhir sampai disana. Ia seakan tidak memberikan saya kebebasan untuk bergerak. Saat itu saya sedang ngobrol - ngobrol dan jalan-jalan ke sekeliling sekolah dengan teman - teman dekat saya. Tiba - tiba ia berkata "Sushmita, kamu mau kemana ?" Saya jawab "Mau jalan-jalan sama mereka." Eh, dengan nyolotnya ia berkata "Addduuuhhhh.... Aku capek. Ke kelas aja dah yuk!" Karena ia nyolot, aku nyolotin aja balik!! Aku bilang "Gak mau. pokonya aku mau jalan-jalan sama mereka!!" Saya kesal sekali saat itu. Berani sekali ia mengatur kehidupan saya. Saya sangat tidak suka akan hal itu. Saya kerap diperlakukan seperti itu dengannya. Seakan saya harus menuruti kemauannya. Saya sangat kesal. Kesal beribu kesal. :(
Ia juga pernah memaksa saya untuk mengikuti salah satu klub pelajaran di sekolah yang akan ia ikuti, dengan alasan yang sangat KLASIK : agar ia ada teman yang menyertainya untuk ituk bergabung di klub itu. Saat iu saya sudah bergabung di ekstrakulikuler lain. Dan saya sudah pernah mengatakan komitmen saya untuk tidak mengikuti lebih dari satu ekstrakulikuler, karena saya lebih mementingkan nilai-nilai akademis saya. Singkatnya, saya menolak ajakannya. Eh, dia nyolot lagi !! Dia bilang "biiihhhhh~~" dengan muka cemberut dan ekspresi sok imutnya !! :( Jujur, saya tersinggung. Orang tua saya saja tidak pernah memaksa saya untuk ikut ini...ikut itu...pilih ini...pilih itu... Lalu dia siapa? Dia bukan siapa - siapa saya !! Dan dia tidak ada hak untuk memaksa dan mengatur kehidupan saya.
Tak hanya itu. Suatu hari, saat ada ulangan di salah satu mata pelajaran di kelas. Saat itu, ada satu soal terakhir yang bisa dibilang sangat membingungkan. Saya berusaha mengerjakannya dengan kemampuan yang saya miliki. Setelah selesai, ia meminta saya untuk meminjamkan lembar jawaban saya (karena ia belum selesai). Ya sudah, saya pinjamkan saja. Ketika itu, ada salah seorang teman saya yang melihatnya. Dan ia meminjam lembar jawaban saya melalui teman saya yang menyebalkan ini. Setelahnya, ia malah berterimakasih kepada teman saya yang menyebalkan ini. Padahal itu kan saya yang mengerjakan. Itu buah karya otak saya ! Saya kesal sekali. Ini tidak adil !!
Selain itu, sifatnya yang cerewet itu membuat saya kesal ! Saat itu, saya sedang mengerjakan soal logaritma (kalau tidak salah). Saya masih berpikir dan menganalisa dengan kemampuan saya. Ketika ia tiba - tiba dan terus- menerus bertanya 'Eh,nomor ini bener yang ini....ini bener yang ini...ini apa sih....bla....bla....blaaaaaaa.........!!!!!!!!!' Saya kesal karena terganggu. Saya jawab saja "BELUM !!" Dasar, cerewet sekali !! Hilang jadinya konsentrasi saya. Saya sangat terganggu selama pelajaran itu . :( Gara- gara dia !!
Dia yang mengubah saya menjadi lebih jutek, karena kelakuannya. Bukan salah saya jika saya mulai menghindarinya. Tak banyak yang bisa saya ajak sharing. Karena mereka pasti berkata "Bukannya dia orangnya baik, polos." . Itu hanya PENAMPILAN LUAR. Mereka tidak merasakan apa yang saya alami. Bahkan mungkin kesannya saya yang mengada - ada. Di puncak kekesalan saya, saya hanya bisa menangis. Menumpahkan air mata kekesalan saya. Mengapa ini semua bisa terjadi kepada saya?